Saatnya Membuat Aplikasi Musik Lokal

aplikasi musik lokal

Statistik diatas diambil dari Global Stat Counter yang mengambil sampling labih dari 3 juta website di seluruh dunia. Dengan mengambil rentang waktu Januari hingga November 2011.

Menurut Dailysocial, Nokia di posisi terbaik dalam industri yang bisa membawa era musik digital di Indonesia secara benar. Bisa dilihat dengan adanya layanan download musik yang legal yaitu Nokia Music, layanan Nokia Store yang mana disana bisa mendownload aplikasi ataupun personalisasi (ringtone, wallpaper, video, screensaver) secara langsung dan dukungan Operator Billing. Ini menjadikan Nokia sebagai ekosistem yang terintegrasi satu sama lain.

Ini bagai ladang rumput yang luas yang siap ditanami. Music Apps adalah salah satu solusi yang dapat membantu industri musik untuk bangkit. Lewat Music Apps, engagement antara artist dan musisi akan lebih dekat lagi. Jangan berpikir aplikasi yang rumit macam games atau trivia, aplikasi sesederhana blog atau website yang dimodifikasi kedalam bentuk mobile bisa jadi satu jembatan pelajaran. Cek bebi cek di http://publish.nokia.com/ untuk memulai aplikasi musik yang sederhana. Atau bergabung di komunitas belajar http://nice.or.id/

 

Sebagai contoh artist yang sudah memanfaatkan symbian untuk berjualan ringtone adalah SM*SH. Ringtone ini bisa didapat di http://store.ovi.com/content/164184 dengan harga Rp. 3.000,- yang akan memotong pulsa dengan konfirmasi terlebih dulu tentunya.

Jikustik bahkan lebih advanced lagi. Mereka membuat aplikasi musik layaknya sebuah digital album dan bisa dimiliki di http://store.ovi.com/content/236528 secara GRATIS!

Mungkin nasib revenue dari album fisik CD dan kaset sudah tidak tertolong, dan nasib Ringback Tone masih terkatung-katung antara BRTI, Bareskrim dan sebagainya. Tidaklah salah jika mulai memikirkan inovasi baru, Music Apps yang saya yakin dapat mendorong kembali bangkitnya industri musik Indonesia.