Aturan Membawa Alat Musik Di Pesawat Terbang

Sebagai musisi yang sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, sering direpotkan dengan masalah kabin bila membawa instrumen sendiri.

Aturan yang diterapkan oleh masing-masing maskapai penerbangan berbeda-beda soal musik instrumen yang dibawa di pesawat terbang. Terutama bagi musisi yang membawa instrumen dengan ukuran yang besar seperti Tuba atau Cello. Mereka sering kali mendapatkan kesulitan membawa serta instrumennya. Beberapa maskapai di Amerika mengharuskan mereka untuk membawanya secara terpisah yang bisa beresiko instrumen ini tidak sampai ketempat tujuan dalam satu waktu bersama si musisi. Meskipun beberapa maskapai lainnya memberikan kelonggaran dengan mengharuskan musisi ini membeli satu tiket lagi agar instrumen ini dapat ikut kedalam dan tentu saja ini harus melalui pertimbangan oleh petugas bandara.

Ini yang menyebabkan Persatuan Musisi America – American Federation Musicians (AFM) mendorong untuk dikeluarkannya standar peraturan oleh Federal Aviation Federation soal alat musik yang dapat dibawa ke dalam kabin. Seperti dalam press releasenya http://www.afm.org/news/the-afm-applauds-passage-of-faa-bill, rancangan undang-undang ini akan menjadi standar untuk tiap maskapai penerbangan agar membolehkan alat musik yang ukurannya memadai dapat disimpan di kabin atas atau di letakkan di bawah kursi. Dan untuk instrumen yang ukurannya besar, diharapkan penumpang membeli tiket tambahan yang harganya tidak lebih mahal dari tiket anak-anak untuk meletakkan instrumen ini di kursi sebelahnya, meski dengan catatan instrumen ini tidak mengganggu alat-alat navigasi penerbangan dan dapat diikatkan di sabuk pengaman.

Kesulitan membawa alat musik ke dalam kabin pesawat sebetulnya nggak pernah gue temukan selama bersama Everybody Loves Irene. Baik penerbangan domestik ataupun internasional, biasanya yang kami lakukan untuk gitar atau bass dengan softcase bila kita berpergian dengan rombongan lumayan banyak bisa dengan mudahnya ‘menjajah’ satu blok tempat penyimpanan tas di kabin atas. Atau biasanya kita titipkan kepada mbak-mbak pramugari. Untuk alat musik yang disimpan dalam hard-case biasanya kami simpan di bagasi bawah. Tetapi kami belum pernah berlagak gila untuk membawa serta satu set drum dalam rangkaian tur kami, mungkin suatu saat kami akan mencobanya.. traktak dung desss!!