CD Noah Terjual 1 Juta Kopi di Gerai KFC

cd noah 1 juta kopi kfc

Siapa bilang industri musik Indonesia sudah mati? Buktinya Noah masih mampu menjual CD nya 1 juta kopi dalam waktu 3 bulan. Album Noah bertajuk “Seperti Seharusnya” yang dirilis sekitar bulan September 2012 telah mendulang sukses. CD yang didistribusikan secara eksklusif oleh gerai restoran siap saji Kentucky Fried Chicken ini telah mencatatkan angka penjualan lebih dari 1 juta kopi. Kabarnya, CD ini juga laris dibeli tanpa harus disertakan dengan paket makanan. Penggemar Noah bisa membeli lebih dari satu CD ini pada saat yang bersamaan.

Kesuksesan ini semakin meneguhkan peran KFC sebagai channel distribusi CD yang laris. Simbiosis mutualisme antara musik dan juga restoran terasa sangat kental. KFC mendapatkan imej sebagai tempat nongkrong anak muda yang selalu up-to-date dengan musik. Dan bagi produsen rekaman dalam hal ini record label dapat memiliki saluran untuk mendistribusikan produksi CD nya.

Sedikit kilas balik, awalnya KFC hanya mendistribusikan album-album yang diproduksi oleh Music Factory. Sekitar tahun 2010, Sony Music dengan album Cinta Laura mencoba menjalin kerjasama dengan KFC untuk mendistribusikan album. Saat ini, hampir seluruh perusahaan rekaman mengantri untuk dapat giliran merilis album lewat KFC. Dari pantauan gue, di Jalan Jend. Gatot Subroto Jakarta, billboard KFC hampir tiap minggunya berganti giliran memajang rilisan album terbaru disamping promosi menu baru KFC.

Kabarnya KFC juga tengah mempersiapkan untuk melebarkan sayapnya dalam hal permusikan. Bukan hanya menawarkan produk fisik CD, KFC rupanya tertarik untuk menjual lagu secara digital lewat bendera KFC Tunes.

Noah tak hanya laris CD nya. Tetapi tawaran manggung pun seakan tak ada hentinya. Sampai bulan November tahun ini jadwal Noah sudah penuh meladeni jutaan penggemar dimana saja. Baru-baru saja Noah juga didapuk sebagai brand ambassador operator telekomunikasi XL, merk motor Yamaha dan juga perangkat ponsel Maxtron. Kesuksesan Noah ini bisa menjadi bukti bahwa industri musik Indonesia belum mati!