Liburan, In-Flight Entertainment, dan Bisnis Musik

in-flight-entertainment

Pengalaman gue berpergian dengan menggunakan pesawat udara dengan berbagai maskapai membuat gue bisa mencoba berbagai macam fasilitas hiburan di udara. Biasa disebut sebagai in-flight entertainment (IFE). Lumayanlah bisa menghibur diri sementara disconnected di udara dengan film, music ataupun game yang tersedia. Yang buat gue menarik untuk gue tulis disini adalah kesempatan yang terbuka bagi musisi untuk menggunakan medium ini sebagai salah satu channel promosi.

IFE Sebagai Promosi Kebudayaan

Sebagai pelancong, mengunjungi suatu negara artinya berkenalan dengan kebudayaan yang ada di negara tersebut. Proses berkenalan ini bisa makin ditebalkan dengan mendengarkan lagu-lagu dari IFE yang tersedia. Contohnya, saat ke Thailand gue menggunakan Thai Airways yang juga punya IFE di penerbangannya yang mempromosikan kebudayaannya.

IFE biasanya ada di kursi bagian belakang atau jika kita duduk, IFE ini tepat berada di depan muka kita. Beberapa penerbangan juga menempatkan IFE yang dilipat disamping. Ada juga beberapa penerbangan yang tidak memiliki IFE, biasanya ini ada di penerbangan jarak dekat atau dengan menggunakan pesawat berukuran kecil.

Maskapai penerbangan kebanggaan kita, Garuda Indonesia (GI), juga memiliki IFE pada penerbangannya. Dalam situsnya https://www.garuda-indonesia.com/au/en/garuda-indonesia-experience/in-flight/in-flight-entertainment/index.page? GI menjelaskan pengalaman yang didapat penumpangnya selama perjalanan untuk terhibur dengan fasilitas audio dan video on-demand lewat LCD TV layar sentuh. Ada sekitar 58 film dan 50 program TV dengan pilihan dari cerita action, drama hingga komedi. Garuda Indonesia juga menyediakan 25 saluran musik, 9 stasiun radio dan 140 album musik dari berbagai genre meliputi pop, jazz, klasik hingga musik Indonesia.

Menurut Dimas Ario, kurator musik, sangat terkesan atas sangat komprehensifnya playlist yang ada di maskapai ini. Namun setelah beliau melakukan perjalanan berkali-kali dengan maskapai ini, beliau menyayangkan tidak terupdate nya saluran musik yang ada. Mas Jaki, pengamat musik yang bekerja di LIPI, malah mengusulkan agar disediakan playlist yang sesuai dengan tiap-tiap kota tujuan.

Penawaran Dari Layanan Streaming Sebagai Alternatif IFE

Fasilitas IFE ini hanya ditawarkan oleh pengguna maskapai penerbangan jarak jauh atau berdurasi lebih dari 1 jam. Di maskapai penerbangan ber-budget rendah tidak tersedia fasilitas ini. Yah syukur-syukur ada musisi yang ‘ngamen’ seperti yang dilakukan Endah & Rhessa saat bertandang ke Singapura Music Matters dengan menggunakan AirAsia. Ada beberapa alternatif untuk mendapatkan hiburan musik di udara yang lain supaya loe juga ngga basi selama penerbangan atau di perjalanan.

Layanan musik Deezer menawarkan paket alternatif hiburan di udara untuk para pengguna maskapai penerbangan Jetstar Airways. Dengan aplikasi Jetstar Airways yang dapat diakses lewat link ini http://www.deezer.com/app/travelbeats , Deezer membuat sebuah playlist yang didasarkan oleh tiga pertanyaan: mau pergi kemana, dalam rangka apa dan sama siapa. Hasilnya, sebuah playlist yang ciamik buat mengantar loe pergi ke tempat tujuan. Jika kamu berlangganan Deezer dan menggunakan fasilitas offline nya, kamu dapat mendengarkan lagu-lagu dari playlist ini tanpa koneksi internet.

Begitu pula yang dilakukan MixRadio dengan maskapai FinAir. Team kurasi dari MixRadio membuat berbagai mix/playlist dari 30 juta katalog yang dimilikinya untuk dapat dinikmati dalam penerbangan. Mix/Playlist ini dapat dipilih dari IFE milik FinAir yang ada didalam pesawat.

Musisi Memanfaatkan IFE

Bagaimana cara untuk menembus belantara birokrasi agar lagunya dapat diputarkan di IFE terutama yang milik maskapai kebanggaan negeri sendiri selalu jadi pertanyaan. Kalau bukan musisi yang bergabung dengan label besar atau tidak punya koneksi khusus ke jajaran maskapai tersebut yah agak sulit.

Namun buat gue dengan kenyataan layanan-layanan musik streaming tadi diatas yang juga menghadirkan hiburan dalam penerbangan, juga bisa menjadi alternatif. Sebagai contoh di MixRadio memberikan akses gratis streaming tanpa berlangganan bagi penggunanya dan memungkinkan untuk menyimpan mix nya untuk diputarkan secara offline. Buat pelancong, tentunya memutarkan beragam musik tanpa sambungan internet tentunya kepuasan tersendiri.