Inilah Top 20 Pengguna Google Plus Indonesia

pengguna google plus Indonesia

Berikut ini daftar 20 pengguna teratas Google Plus (G+) Indonesia yang memiliki follower terbanyak hingga awal November 2012.

Mereka adalah:

1 – Enda Nasution – 257,691 followers
2 – Daniel Tumiwa – 254,076 followers
3 – Benazio Rizki – 228,881 followers
4 – Natali Ardianto – 226,920 followers
5 – Christian Sugiono – 218,794 followers
6 – Dita Rahastri – 48,848 followers
7 – Hengki Koentjoro – 38,941 followers
8 – Rarindra Prakarsa – 19,944 followers
9 – Veronica Widya Tri – 19,012 followers
10 – Pujiono JS – 15,250 followers
11 – Kinanti Larasati – 14,315 followers
12 – Dewi Indah Hanggono – 14,085 followers
13 – Danny Tan – 13,678 followers
14 – Zalza Geisha – 13,407 followers
15 – Iyang Clois – 13,308 followers
16 – Indah Jogja – 13,013 followers
17 – Feyz Angelzz – 12,142 followers
18 – Putri Kencana Wulan – 11,870 followers
19 – Chichi Utami – 11,778 followers
20 – Tikabanget Gituh – 11,309 followers

top 20 pengguna google plus Indonesia

Tampak sekali sebagian besar yang masuk dalam Top 20 ini adalah orang-orang yang memang bekerja dengan memanfaatkan platform social media lainnya seperti Blog, Twitter dan juga Facebook. Nama-nama seperti Enda Nasution, Daniel Tumiwa, Bena Kribo hingga Tika Banget adalah nama umum dikalangan selebritis Internet Indonesia. Oh iya satu lagi, combo selebritis yaitu Christian Sugiono yang.. siapa tak kenal dia, spirit!

Data yang ditarik dari Gplusdata.com juga menerangkan pengguna Google Plus (G+) Indonesia ada sekitar 315,937 dengan median usia pengguna terbesar ada di 18-24 tahun. Kebanyakan pengguna Indonesia adalah lelaki berstatus single dengan sebaran lokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogjakarta.

Dibandingkan dengan social media lain seperti Facebook dan Twitter, pengguna G+ di Indonesia masih jauh lebih sedikit. Data dari socialbakers.com, Indonesia memiliki pengguna sekitar 50,489,360 facebook users. Sedangkan Twitter ada sekitar 29 juta pengguna dengan kota Jakarta sebagai kota dimana pengguna Twitter teraktif dibandingkan seluruh dunia. Sebagai catatan saja, pengguna Google Plus total yang aktif adalah sekitar 336 juta dengan China, India dan Indonesia mendominasi penggunaan, menurut Brand-e.biz.

Jika para analis media sosial akrab dengan matriks perhitungan Klout Score sebagai barometer engagement, di Gplusdata.com juga memberikan score yang mereka sebut sebagai Pluskread. Angka Pluskread ini yang menentukan seberapa besar para pemilik akun G+ berinteraksi sesamanya dan menggunakan platform G+.

Namun proses peng-index-an Gplusdata.com ini masih punya kelemahan. Robin Malau, dulu rockstar sekarang geek yang memerhatikan social media, melihat keakuratan data yang dibangun Gplusdata.com ini tergantung dari kelengkapan isian profil dari para pengguna G+. Robin adalah verified user G+ dengan keistemawaan memiliki vanity url nya tersendiri. Robin yang memiliki 223,702 followers yang aktif dalam circlenya malahan menjadi top user untuk negara Malaysia. Dan akun G+ milik gue yang juga telah terverifikasi malah tercatat oleh Gplusdata.com sebagai pengguna dari ..ehm.. Inggris. Mungkin inilah yang menjadi sebab kenapa belum banyak musisi Indonesia yang masuk ke daftar peringkat ini.

Yang pasti, platform sosial milik Google yaitu Google Plus (G+) ini tampak semakin banyak digunakan oleh orang Indonesia dan banyak orang di dunia. Sebentar lagi mungkin jabatan ‘kota hantu’ yang disandangnya akan segera ditinggalkan. Aktifitas seperti Google Share The Stage yang memanfaatkan fitur Google Hangout pada Google Plus untuk lebih dekat dengan musisi adalah daya tarik tersendiri menggunakan Google Plus.

Setahun Setelah RBT Black Out, Thanks Google Indonesia

Label Musik - Artis - Google Share The Stage

Pasca setahun RBT Black Out, industri musik Indonesia dari label hingga artisnya berkumpul kembali. Jika setahun lalu berkumpul demi menyelamatkan industri musik Indonesia dan menyerukan jangan tutup layanan Ring Back Tone, tahun ini kondisinya sedikit berbeda. Label musik beserta artisnya terlihat antusias menghadiri acara yang digelar Google Indonesia di Prive, FX Senayan Jakarta, kemaren 17 Oktober 2012. Terlihat diantaranya ada grup band Nidji, Kotak, D’masiv, Last Child, Saykoji hingga para eksekutif label musik seperti Warner Music, Sony Music, Musica, Trinity Optima Production dan banyak lainnya.

Acara yang digelar oleh Google Indonesia ini adalah dalam rangka mengenalkan layanan Google+ dengan aktifitas Google Share The Stage. Memang acara tersebut tidak ada kaitannya dengan ringbacktone, namun yang gue tangkap adalah antusias para pelaku industri musik kembali berpancar. Aktifitas Google Share The Stage sendiri memanfaatkan platform YouTube dan juga Google+ lewat fitur Hang Out nya. Apalagi dengan model bisnis ad-funded yang diterapkan dalam platform ini tentulah sangat cocok dengan iklim masyarakat Indonesia yang doyan gratisan.

Gue mengambil analoginya seperti ini. Selama ini masyarakat kita mengkonsumsi siaran televisi dengan model siaran free-to-air. TVRI yang dahulu menerapkan iuran per televisi yang dimiliki di rumah per bulan akhirnya harus menyerah dengan kemampuan RCTI dan SCTV memodali operasionalnya melalui iklan. Masyarakat Indonesia dapat menonton siaran film box office, tayangan pertandingan sepak bola dunia hingga program-program menarik tanpa perlu membayar, cukup dengan ikhlas merelakan kenikmatan menontonnya terganggu iklan. Nah, Google dan YouTube pun nyaris serupa. Pengguna internet di Indonesia yang gemar musik dengan menyaksikan video klip musisi dapat terus menonton dan mendengarkan musik dari artis unggulan mereka. YouTube telah menjadi music player masa kini. Fans musik pun terpuaskan. Buat artis dan musik label, memberikan ‘akses gratis’ semacam ini bukanlah kerugian. Google membagikan pendapatan beriklannya kepada label dan artis. Selain itu, Label dan artis pun dapat memanfaatkan platform ini sebagai tools untuk fans engagement. Salah satunya dengan program Share The Stage yang digagas bareng tersebut. Label pun semakin mudah memetakan fans musik sesuai dengan artisnya. Data-data ini dapat diambil sebagai bahan proposal mengajukan brand endorsement.

RBT sudah berlalu dan kini saatnya untuk serius memanfaatkan medium internet untuk me-monetize musik. Seperti pernyataan dari Krishna Z, Country Marketing Manager Google Indonesia di sela-sela acara kemaren, “Google Share The Stage bring Indonesia music to digital and let’s kick some ass!”